Satu Kebaikan Kecil
Ketika sedang duduk-duduk di belakang kantor memandangi bukit, mataku tertuju pada sebuah pohon yang tidak terlalu besar. Aku mencoba merasakan menjadi dirinya dan mulai mengajukan satu pertanyaan pada pohon tersebut. Untuk apa engkau mempertahankan hidupmu? padahal dirimu tak menghasilkan buah yang berguna bagi manusia. Walaupun engkau mati, itu tak ada bedanya bagi manusia ataupun lingkungan disekelilingmu. Tak ada yang memperhatikan engkau,bahkan mungkin tidak ada yang tahu engkau ada. Engkau hanya sebuah pohon yang kecil. Tak ada bedanya apakah engkau ada atau tidak. Tidak ada yang peduli engkau hidup atau mati. Seumur hidupmu,sejak kau tumbuh hingga kau tumbang kau akan tetap tinggal di bukit ini,tidakkah kau bosan,tidakkah kau ingin mengakhiri hidup ini sekarang juga dan pergi ke surga tumbuh-tumbuhan. Juga lihat disekelilingmu,tidak ada pohon lain sejenismu,engkau sendirian,tidakkah engkau kesepian. Masih inginkah engkau hidup dengan segala keadaanmu yang seperti ini? Masih punyakah engkau alasan untuk hidup?
Kutunggu pohon itu memberikan jawabannya. Tak berapa lama ia menjawab dengan perlahan namun penuh keyakinan; ‘ya,aku masih ingin hidup’. Lalu ku bertanya lagi; untuk alasan apa engkau masih ingin hidup? Adakah sesuatu yang berharga yang membuatmu betah tinggal di dunia ini? Adakah tujuan yang masih ingin kau capai? Ia terdiam. Namun ku tahu ia diam bukan karena tidak punya jawaban atau sedang memikirkan jawabannya. Ku tahu ia diam karena jawaban dari pertanyaanku merupakan salah satu dari rahasia-rahasia Allah yang tidak bisa diberitahu ke sembarang orang. Ku tahu ia diam karena menunggu izin dari Allah untuk menceritakan salah satu rahasiaNya.
Jadi akupun menunggu. 5 menit,15 menit,30 menit, belum ada jawaban. Mungkin belum waktunya aku mengetahui rahasia ini,begitu pikirku. Jadi kuperhatikan saja pohon tersebut,berharap Allah bermurah hati mengungkapkan rahasiaNya yang berharga. Hingga ada burung kecil hinggap di dahannya untuk beberapa detik. Ketika burung itu pergi,ketika itu juga jawabanku terjawab. Dalam waktu kurang dari satu detik,tanpa kata-kata, pertanyaanku terjawab seketika.
Maha Suci Tuhanku. Jika Ia ingin memberikan pengetahuan kepada makhlukNya Ia berkuasa memberikannya tanpa hitungan waktu,tanpa melalui satu huruf pun. Jawabannya adalah; pohon itu tetap mempertahankan kehidupannya untuk melakukan satu kebaikan kecil dalam rentang hidupnya. Kebaikan yang sesederhana menjadi tempat berpijak seekor burung kecil selama beberapa detik. Hanya itu yang membuat pohon tersebut menolak untuk mati ditengah segala kekurangan yang ia hadapi. Satu kebaikan kecil yang bahkan tidak diketahui oleh pohon tersebut. Yang ia tahu hanyalah jika satu kebaikan kecil itu sudah ia lakukan maka ia bisa dengan tenang meninggalkan dunia ini. Namun ia tidak akan pernah tahu satu kebaikan kecil apakah yang menjadi alasan keberadaannya. Jadi ia terus hidup dari hari ke hari, terus melakukan satu kebaikan kecil setiap harinya. Dan ketika suatu saat ia mati, ia tahu berarti ia telah melakukan satu kebaikan kecil yang menjadi alasan dirinya diciptakan. Satu kebaikan kecil sesederhana menjadi tempat hinggap seekor burung kecil selama beberapa detik.
Kutunggu pohon itu memberikan jawabannya. Tak berapa lama ia menjawab dengan perlahan namun penuh keyakinan; ‘ya,aku masih ingin hidup’. Lalu ku bertanya lagi; untuk alasan apa engkau masih ingin hidup? Adakah sesuatu yang berharga yang membuatmu betah tinggal di dunia ini? Adakah tujuan yang masih ingin kau capai? Ia terdiam. Namun ku tahu ia diam bukan karena tidak punya jawaban atau sedang memikirkan jawabannya. Ku tahu ia diam karena jawaban dari pertanyaanku merupakan salah satu dari rahasia-rahasia Allah yang tidak bisa diberitahu ke sembarang orang. Ku tahu ia diam karena menunggu izin dari Allah untuk menceritakan salah satu rahasiaNya.
Jadi akupun menunggu. 5 menit,15 menit,30 menit, belum ada jawaban. Mungkin belum waktunya aku mengetahui rahasia ini,begitu pikirku. Jadi kuperhatikan saja pohon tersebut,berharap Allah bermurah hati mengungkapkan rahasiaNya yang berharga. Hingga ada burung kecil hinggap di dahannya untuk beberapa detik. Ketika burung itu pergi,ketika itu juga jawabanku terjawab. Dalam waktu kurang dari satu detik,tanpa kata-kata, pertanyaanku terjawab seketika.
Maha Suci Tuhanku. Jika Ia ingin memberikan pengetahuan kepada makhlukNya Ia berkuasa memberikannya tanpa hitungan waktu,tanpa melalui satu huruf pun. Jawabannya adalah; pohon itu tetap mempertahankan kehidupannya untuk melakukan satu kebaikan kecil dalam rentang hidupnya. Kebaikan yang sesederhana menjadi tempat berpijak seekor burung kecil selama beberapa detik. Hanya itu yang membuat pohon tersebut menolak untuk mati ditengah segala kekurangan yang ia hadapi. Satu kebaikan kecil yang bahkan tidak diketahui oleh pohon tersebut. Yang ia tahu hanyalah jika satu kebaikan kecil itu sudah ia lakukan maka ia bisa dengan tenang meninggalkan dunia ini. Namun ia tidak akan pernah tahu satu kebaikan kecil apakah yang menjadi alasan keberadaannya. Jadi ia terus hidup dari hari ke hari, terus melakukan satu kebaikan kecil setiap harinya. Dan ketika suatu saat ia mati, ia tahu berarti ia telah melakukan satu kebaikan kecil yang menjadi alasan dirinya diciptakan. Satu kebaikan kecil sesederhana menjadi tempat hinggap seekor burung kecil selama beberapa detik.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home